Pemkab Sumbawa Barat Pelajari Pengelolaan RPTRA Tiga Durian
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat untuk mempelajari pengelolaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Tiga Durian, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Selasa.
"Hal-hal positif mengenai RPTRA"
Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hanipah mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan menindaklanjuti program yang telah direncanakan sebelumnya, khususnya terkait pengelolaan RPTRA.
TP PKK Kaltim Studi Tiru Gelari Pelangi ke Kelurahan Rawasari"Hari ini saya membawa rombongan kepala dinas terkait yang akan menjadi pelaksana teknis kegiatan RPTRA. Kami juga didampingi oleh perwakilan PT Amman Mineral Nusa Tenggara," ujarnya, Selasa (10/2).
Hanipah menjelaskan, fokus studi banding ini adalah mempelajari keberhasilan pengelolaan RPTRA di Jakarta Selatan agar dapat diterapkan sebagai proyek percontohan di Kota Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.
"Kami telah banyak mendengar hal-hal positif mengenai RPTRA di Jakarta Selatan. Sebelumnya, kami juga mengunjungi RPTRA di Kelurahan Lubang Buaya dan beberapa RPTRA lainnya. Namun, fasilitas di RPTRA Tiga Durian ini kami nilai jauh lebih lengkap dan representatif," terangnya.
Ia menambahkan, sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam studi tiru ini meliputi pengelolaan sampah melalui bank sampah, program pemberdayaan perempuan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pembinaan anak-anak, pengelolaan PAUD, manajemen kebersihan lingkungan, serta tata kelola operasional RPTRA secara keseluruhan.
Hanipah mengungkapkan, rencana RPTRA percontohan di Kabupaten Sumbawa Barat akan berlokasi di sekitar Kompleks Kemutar Telu Center (KTC), yang merupakan pusat perkantoran pemerintah daerah. Di kawasan tersebut telah tersedia layanan pendidikan, PAUD, tempat penitipan anak, serta Posyandu.
"Pada prinsipnya, kami ingin menyempurnakan fasilitas yang sudah ada dengan mengadopsi konsep RPTRA Jakarta Selatan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan bimbingan dan arahan agar dapat menyerap ilmu serta pengalaman berharga dari pengelolaan RPTRA di sini," ungkapnya.
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono menyambut baik kunjungan studi banding tersebut sebagai wadah berbagi praktik baik antardaerah.
"Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan semakin memperkuat sinergi dalam mewujudkan anak-anak yang sehat, cerdas, berkarakter, serta keluarga yang tangguh," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jakarta Selatan, Diah Anwar menambahkan, di Jakarta Selatan, RPTRA diposisikan sebagai simpul layanan terpadu sekaligus laboratorium PKK DKI Jakarta.
Ia menuturkan, RPTRA berfungsi sebagai ruang terbuka publik dan ruang terbuka hijau, pusat interaksi sosial warga, sarana kemitraan antara pemerintah dan masyarakat dalam pemenuhan hak anak, bagian dari infrastruktur Kota Layak Anak, serta pusat kegiatan sosial.
Kemudian, peningkatan keterampilan dan ekonomi keluarga, serta pusat informasi dan konsultasi keluarga yang terintegrasi dengan program Hatinya PKK dan Sistem Informasi Manajemen PKK.
"InsyaAllah, tidak keliru apabila Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memilih Jakarta Selatan sebagai lokasi studi tiru. DKI Jakarta tidak hanya menunjukkan praktik baik dalam pengelolaan RPTRA, PAUD, dan Kota Layak Anak, tetapi juga keberhasilan dalam membangun kolaborasi yang inklusif dan berkelanjutan," tandasnya.